Halaman6
Abu Sangkan:
Inboxreply :"Mengenai The
Secret & Quantum Ikhlas."
05 Desember 2009 jam 9:52
Oleh Abu Sangkan Rab pukul
3:32
Menjawab pertanyaan yang
dilayangkan saudara HN. pada
tanggal September 25 at
1:44pm
"Assalamu'alaikum ustad, saya
adalah penggemar baru anda
setelah sering nonton anda di
program indahnya sholat di
metroTV, menurut saya dari
pengamatan saya ustad sudah
baca the secret nya rhonda
byrne,saya adalah penggemar
the secret dan quantum ikhlas
nya erbe sentanu "
Jawaban Ust.Abu Sangkan:
Wa’alaikum salam, saya bukan
penganut the secret-nya
Rhonda Byrne atau quantum
ikhlas-nya mas Erbe Sentanu.
Tetapi saya memahami apa
yang mereka maksudkan
dalam buku tersebut.
Dasar ilmu pengetahuan barat
mengacu kepada materialisme
dan empirisme yang terukur
dan teruji. Para psikoanalisa
dan para neurolog barat
memahami jiwa tidak sama
dengan pemahaman Islam.
Karena Islam memahami jiwa
bukan berasal dari sesuatu
yang dapat dianalisa dan
terukur, yaitu berupa ruh yang
tidak bisa digambarkan bahkan
tidak diberikan
pengetahuannya kecuali hanya
sedikit .. sebagaimana Firman
Allah :
Dan mereka bertanya
kepadamu mengenai roh.
Katakanlah : Roh itu termasuk
urusan Tuhanku, dan tidaklah
kamu diberi pengetahuan
malainkan sedikit. (Al Isra ’:85)
Dan dalam surat Al Fajr :27-28 :
Wahai Jiwa yang tenang.
Kembalilah kepada Tuhanmu
dengan hati yang puas lagi
diridhai-Nya.
Kata jiwa dalam Al qur’an
disebut An nafs dalam kalimat
“ yaa ayyatuha an nafsu al
muthaminnah irjii ila rabbiki
raadhiatan mardhiyyah.....
Jiwa manusia bisa kembali
berjumpa dengan Allah,
memasuki alam ruhaniyah.
Sedangkan jiwa menurut Ahli
jiwa adalah aktifitas otak
manusia berupa daging yang
berada dalam tempurung
kepala. Menurut medis, otak
adalah pusat kesadaran
manusia. Apabila otaknya
bermasalah maka kesadaran
seseorang juga bermasalah.
Orang sakit jiwa menurut
medis pada dasarnya adalah
sakit otak. Mereka mengatasi
persoalan kejiwaan dilakukan
seperti yang dilakukan ahli
tehnisi komputer. Mereka
mencari kabel-kabel syaraf
dan neurotransmitter yang
tidak nyambung (rusak). Atau
memberikan hormon-hormon
yang bisa memberikan
pengaruh kepada ketenangan
otaknya yang tegang.
Otak ibarat komputer ajaib
yang memilki memori yang
mampu menyimpan data
berjuta-juta giga byte. Dan
memilki jaringan kabel-kabel
penghubung keseluruh organ
tubuh manusia secara digital
yang sangat rumit berupa
trilyunan neuron.
Dengan demikian ilmu jiwa
bagi saintis adalah kumpulan
materi yang saling mengikat
dan berhubungan melalui
neurotransmitter. Dan manusia
tidak ubahnya hanyalah benda-
benda kimiawi dan elektrik
yang bisa dirubah oleh siapa
saja, termasuk oleh dokter
jiwa.
Perkembangan ilmu jiwa
dewasa ini menunjukkan
kemajuan yang paling
spektakuler setelah ditemukan
adanya kesadaran spiritual
dalam otak manusia berupa
titik Tuhan - God Spot - di
wilayah temporal lobes.
Dunia barat mulai mengakui
adanya kecerdasan spiritual
(SQ) memilki potensi lebih
tinggi dari IQ dan EQ.
Gagasan ini timbul dari hasil
penelitian yang dilakukan oleh
Michail Pessinger , mengukur
otaknya dengan alat
elektromagnetik transcranial
yang ditempelkan pada
otaknya dengan ukuran
beberapa microvolt sehingga
menimbulkan getaran pada
temporal lobes.
Sebelumnya, Pessinger
mengukur otak responden para
meditator Hindu dan Budha
untuk diukur getaran otaknya
ketika bermeditasi. Sehingga
ditemukan pada wilayah
tersebut tergetar, dan getaran
tersebut akhirnya diberi nama
oleh Pessinger adalah God
Spot.
Temuan ini tidak membuat
Pessinger semakin percaya
adanya Tuhan, justru ia
semakin mantap tidak
berketuhanan (Atheis). Karena
Tuhan yang dimaksudkan oleh
para ahli agama ternyata
hanyalah getaran listrik pada
temporal lobes. Dan ia bisa
membuktikan secara ilmiah.
Istilah God Spot yang
ditemukan oleh Pessinger
hanyalah olok-olok belaka
untuk para meditator yang
waktunya dihabiskan untuk
bermeditasi.
Munculnya Spiritual Quotient
ini dipopulerkan oleh Dana
Zohar sehingga sampai ke
Indonesia. Namun alangkah
terkejutnya peserta seminar
beberapa waktu yang lalu,
bahwa Danah Zohar mengaku
dirinya tidak mempunyai
Agama (Atheis), namun ia
seorang spiritualis.
Mengapa timbul getaran pada
Titik Tuhan ?
Karena adanya getaran listrik
yang ditimbulkan oleh
neurotransmitter yang
membawa gambar-gambar
atau patung , bunyi-bunyian,
wangi-wangian sebagai alat
konsentrasi meditasi yang
ditangkap reseptor mata,
telinga, hidung menuju wilayah
temporal lobes dalam otak.
Maka dengan demikian para
saintis memastikan gelombang
pada otak para meditaor
ternyata hanya sampai pada
wilayah otak. Dan spiritual bisa
dilakukan dalam ruangan
praktek laboratorium, tanpa
harus melakukan meditasi atau
beragama dengan susah payah.
Kembali kepada dasar sain
modern mengenai Jiwa, bahwa
jiwa adalah sebuah benda yang
bisa di riset dan di analisa
dengan sesuatu yang bisa
diukur. Maka dengan ukuran
tertentu berupa gelombang
suara 8 Hz-12 Hz yang
diperdengarkan kepada
reseptor telinga menuju otak
manusia akan mengalami
tingkat alfa. Kondisi ini
berpengaruh kepada
ketenangan dan rilek. ( bagi
yang tuli tidak akan bisa
melakukannya)
Dan apabila diperdengarkan
suara lembut secara quantum
dan bernada minor, maka akan
menimbulkan rasa sedih
karena menyentuh saraf
psidubulbar.
Kondisi ini tidak membutuhkan
tingkat keshalehan seseorang
dalam beragama. Selesai
berbuat maksyiatpun bisa
mendapatkan kondisi ini.
Makanya mengapa para
penggagas ilmu spiritual yang
menganut tekhnospiritual
membebaskan agama apapun
bisa melakukannya. Akibatnya,
agama menjadi sama, halal
harampun tidak lagi menjadi
persoalan yang mengikat
kehidupannya.
Al qur’an telah memberikan
gambaran, mengapa perbuatan
syirik tidak diterima tobatnya
oleh Allah ?
Setelah melihat kenyataan
praktek tekhnospiritual yang
dilakukan
Pessinger ,menambah
kebenaran bahwa Allah tidak
bisa ditangkap oleh otak
manusia.
Otak manusia akan bergetar
jika mendapat informasi dari
reseptor indria tubuh kita. Dan
orang-orang musyrik pada
masa Nabi memberikan alasan
bahwa mereka tidak
menyembah berhala-berhala
yang mereka ciptakan, akan
tetapi hanyalah menjadi alat
konsentrasi untuk lebih
mendekatkan diri kepada
Allah.
Allah berfiman: Dan orang-
orang yang mengambil
pelindung selain Allah
(berkata): Kami tidak
meyembah mereka (berhala)
melainkan supaya mereka
mendekatkan kami kepada
Allah dengan sedekat-dekatnya
(QS. A zzumar,39: 3)
Alasan yang dianggap masuk
akal ini sering juga digunakan
orang-orang masa kini ketika
ditanya mengapa mengikuti
spiritual harus menggunakan
perantara musik atau
membayangkan sesuatu ? agar
tidak tampak keluar dari syar
’ i,
ia memberinya polesan istilah
Islam agar tidak ada
pertentangan secara sosiologis.
Agama Islam didasarkan
keimanan dan ketakwaan
kepada Allah, bukan diukur
dari tingkat gelombang pikiran.
kalau ditentukan dalam sebuah
ukuran gelombang otak KHz,
akan menjadi persoalan
mendasar secara rohaniah.
Sebab ditegaskan dalam Al
qur ’an ,bahwa orang ikhlas
tidak dapat ditembus oleh
ganguan syetan :
Iblis menjawab: demi
kekuasaan engkau aku akan
menyesatkan mereka
semuanya, kecuali hamba-
hamba-Mu yang mukhlis di
antara mereka ( QS. Shad
38:82-83)
Mengapa orang Ikhlas tidak
bisa diganggu oleh Iblis ?
Karena manusia yang Ikhlas
menyerahkan dirinya kepada
Allah secara total, sehingga ia
tidak memiliki kekuatan apa-
apa, kecuali kekuataan Allah.
Mungkinkah perbuatan ikhlas
ini bisa dilakukan oleh orang
yang tidak beriman kepada
Allah ? Mengapa kita bisa
mengukur keikhlasan dengan
alat gelombang otak sehingga
mencapai taraf alfa. Hal ini
karena pengaruh konsep barat
yang mengatakan bahwa jiwa
adalah otak, bukan ruhiyah.
Karena ruhani tidak bisa diukur
oleh alat apapun kecuali
dengan keimanan kepada
Allah. Dan yang mampu
mengukur ruhani kita hanyalah
Allah.
Spiritual gagasan Pesingger
dan Paflov mengukur kejiwaan
manusia banyak
mempengaruhi para ahli
spiritual di indonesia. Sehingga
membuat kerancuan
keruhanian Islam yang
membedakan Ruhani dan jiwa
menurut barat.
Islam memilki konsep
ketuhanan yang berbeda
dengan agama-agama yang
lainnya. Allah tidak bisa
dibayangkan dan tidak bisa
diserupakan dengan sesuatu.
Dan Tuhan tidak membutuhkan
perantara dalam perwujudan
manusia atau makhluk yang
lainnya.
Dengan adanya penelitian
modern yang dilakukan
Pessinger, semakin jelas
perbedaan ketuhanan Islam
dan yang lainnya. Bahwa Allah
tidak bisa dilihat oleh mata,
sehingga reseptor mata tidak
akan memberikan informasi
kepada otak dan impuls listrik
tidak akan menggetarkan
temporal lobes ! tanpa disadari
Pessinger telah
mengungkapkan keberanan
Allah yang tidak bisa ditangkap
oleh mata. Dan pessinger
menyatakan God Spot hanyalah
getaran Listrik, dan saya setuju
karena tuhan yang mereka
kira, ternyata bukan Tuhan !!
Firman Allah: Dia (Allah) tidak
dapat dicapai oleh penglihatan
mata, sedang Dia dapat
melihat segala penglihatan itu
dan Dialah yang Maha Halus
lagi Maha Mengetahui ( QS. Al
an’am,6: 103)
Akhirnya banyak korban
ketidakpahaman akan ruhani
sehingga mereka melakukan
tindakan yang sangat fatal
mengajak kepada kedangkalan
ruhani.
Mengenai The Secret ?
Sekilas memang benar, bahwa
the LOA masuk akal, ibarat
gelombang suara yang
dipancarkan akan berambat
keseluruh alam (universe).
Sebuah niat yang dipancarkan
melalui pikiran positif akan
dibantu oleh universe. Namun
saya sedikit tergelitik untuk
iseng mengajak para
kompetitor caleg (calon
legislatif) atau calon Presiden
untuk memprakekkan berpikir
positif untuk mencapai yang
dicita-citakan.
Mungkinkah pak Prabowo,
Megawati, Wiranto, Yusuf
Kalla, berhasil menjadi
Presiden yang bersamaan
dengan melakukan praktek the
LOA, padahal mereka berniat
sekali untuk mendapatkan hal
tersebut.
Atau mengapa Rhonda tidak
mengadakan uji coba di
Australia negeri asalnya agar
perdana menterinya
melakukan hal yang serupa ?
sehingga keduanya bisa
menjadi perdana menteri.
Lantas yang paling
mengerikan, kalau ilmu ini bisa
dilakukan secara ilmiah , apa
yang akan terjadi dalam
kehidupan ini. Karena akan
ada banyak keinginan manusia
yang akan mengatur alam ini
sesuai nafsunya. Dan apa
Peranan Tuhan dalam
mengatur alam semesta ini.
Mari kita renungkan bersama,
bukan untuk saling
menyalahkan ......
Jatibening, 1 Desember 2009
Abu Sangkan